PUISI

Kamis, 30 Maret 2017

PUISI: Megah cintanya

PUISI: Megah cintanya: Saat angin menyampaikan rindunya Bumi membalas ucapan lirihnya Alam bersyair merdu tentang cinta Mengukir, lalu mengubur cerita mer...
Diposting oleh Sheilapane di 04.32
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Sheilapane
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2017 (12)
    • ►  Mei (1)
    • ▼  Maret (11)
      • Puisi : Berhentilah
      • Kau tak dapat menipu alam Saat kau merasa memah...
      • PUISI: yakinkan
      • PUISI: Berakhir
      • PUISI: Disini tempat yang tak kunjung mandiriMeraj...
      • PUISI: Megah cintanya
      • Megah cintanya
      • Disini tempat yang tak kunjung mandiri Merajut 1...
      • Berakhir
      • Tanpa Judul
      • Telah ku maafkan kau beserta kesalahanmu Tak lag...
Tema Kelembutan. Diberdayakan oleh Blogger.