Kamis, 30 Maret 2017
Puisi : Berhentilah
PUISI: Kau tak dapatmenipu alamSaat kau merasamemahami ge...: Kau tak dapat menipu alam Saat kau merasa memahami gelapnya malam Sesungguhnya kau sedang dalam kelam Seperti mencoba melihat pada l...
Kau tak dapat
menipu alam
Saat kau merasa
memahami gelapnya malam
Sesungguhnya
kau sedang dalam kelam
Seperti mencoba
melihat pada lilin yang padam
Kalam tak
selamanya harus dipendam
Ada saatnya kau tidak harus berpura-pura bungkam
Ada saatnya kau mengaku tentang yang terpendam
Berhentilah
berpura-pura melihat dalam temaram
Engkau boleh
tersenyum kecil di wajahmu
Tapi tidak
dengan sikap tubuhmu
Kau boleh meragukan mentari menyinarimu
Tapi tidak dengan diriku yang slalu memahamimu
PUISI: yakinkan
PUISI: Tanpa Judul: Bolehkah sejenak aku menyentuhmu Meyakinkan hatiku bahwa kau masihlah milikku Bisakah sekejap kau duduk disampingku Dan bicara...
PUISI: Berakhir
PUISI: Berakhir: Di ujung senja kemarin...... Ada kisah yang enggan ditinggalkan Kala hujan dan rembulan menyaksikan Hari kau pergi meninggalkan semua...
PUISI: Disini tempat yang tak kunjung mandiriMerajut 1000...
PUISI: Disini tempat yang tak kunjung mandiriMerajut 1000...: Disini tempat yang tak kunjung mandiri Merajut 1000 mimpi yang tak terealisasi Janji adalah lambang resmi Yang dijadikan jubah publi...
PUISI: Megah cintanya
PUISI: Megah cintanya: Saat angin menyampaikan rindunya Bumi membalas ucapan lirihnya Alam bersyair merdu tentang cinta Mengukir, lalu mengubur cerita mer...
Megah cintanya
Saat angin menyampaikan rindunya
Bumi membalas ucapan lirihnya
Alam bersyair merdu tentang cinta
Mengukir, lalu mengubur cerita mereka
Mekar kemudian tenggelam dimakan masa
Menjadi kisah penanti tak terduga
Sejak cahayanya menerangi dunia,
tetes hitamnya menjadi sejarah
tetes hitamnya menjadi sejarah
Luka derita, pilu yang bernada menggodanya agar menyerah
Pengharapan dan keyakinan yang menguatkannya
Pengharapan dan keyakinan yang menguatkannya
Hingga dapat menyatukan benua yang terbelah,
Mengaliri sahara yang bernoda, mengikis bara yang memerah
Megah cahayanya cinta ialah anugerah
Asa untuk si malang yang menderita
Harta untuk si miskin yang papa
Permata untuk si kaya dunia
Cinta memiliki kekuatan yang tak terduga
Cinta tak memiliki alasan menyerah
Cinta mengganti diri, merubah jiwa
Cinta membuat mereka seolah-olah punya 2 nyawa
Hanya cinta yang tak ternoda yang akan menjadi sejarah
Menjadi bukti janji tuhan untuk manusia
Bersyukurlah ketika kau mampu menjaga cinta
Menyembunyikan rindu dan melampiaskannya hanya di doa
Rabu, 29 Maret 2017
Disini tempat yang tak kunjung mandiri
Merajut 1000 mimpi yang tak terealisasi
Janji adalah lambang resmi
Yang dijadikan jubah publikasi
Bukan main,, kayanya negeri ini
Memiliki tingkat populasi tinggi
Pemegang adat nan rapi
Namun sejarah telah dilupakan hati
Berjuta resolusi terbit kembali
Tanpa implementasi di bumi
Patriotisme hanya di atas kertas putih
Bak janji yang dijadikan jubah putih
Mereka diam membungkam diri
Saat melihat kehancuran ini....
Menjual jatah sebumi, dengan nafsu sendiri
Melepas tali untuk memegang duri
Inilah.... Negeri Mimpi
Anak bangsanya terbuai ilusi
Orang tua yang tak kenal jati diri
Lalu dimana letak pondasi Negeri ini....
Senin, 27 Maret 2017
Berakhir
Di ujung senja kemarin......
Ada kisah yang enggan ditinggalkan
Kala hujan dan rembulan menyaksikan
Hari kau pergi meninggalkan semua kenangan
Tanah yang kupijaki enggan
Rembulan yang kunanti segan
Dimana, letak dan tempat sandaran
Saat diriku pun tak kuat bertahan
Untuk apa semua yang kudapatkan
saat semua penggapaian kau lah tujuan
Apa arti kepemilikan
saat nama hanyalah sebuah tulisan
Minggu, 26 Maret 2017
Tanpa Judul
Bolehkah sejenak aku menyentuhmu
Meyakinkan hatiku bahwa kau masihlah milikku
Bisakah sekejap kau duduk disampingku
Dan bicara sesuatu hanya tentang kau dan aku
Kau begitu tangguh dan kuat tanpaku
Aku, apa aku dimatamu?
Telah lama tak lagi kau ucapkan hal untukku
Masihkah aku yang harus menemanimu di tahtamu?
Sejenak saja izinkan aku menangis dipundakmu
Aku ingin mengungkapkan apa yang terjadi padaku
Sekejap saja, jangan paksa aku menjadi sosok impianmu
Izinkan aku jadi wanita biasa 1 hari saja
Langganan:
Postingan (Atom)