Senin, 29 Mei 2017

Ilahi

Allah, bolehkah aku mengeluh
tentang peluh yang terlalu banyak jatuh
tentang pedih yang berangsur membeku
sebab aku tak lah sekuat itu

Allah, kupertanyakan kejadian itu
Inikah peringatan atau sebuah ujian atasku
kurengkuh kalammu sebagai penawar hatiku
sebab apa, hanya kaulah sebaik-baik penolong atasku

Hatiku terlalu kotor untuk mencintaimu secara suci
Hatiku terlalu keras untuk menghadapi kelembutanmu
Allah....  tolong genggam aku meskipun begitu
Aku tak perduli jika seluruhnya pergi, tapi tidak denganmu ilahi

Allah ,,,, tolong aku dalam kepedihan ini
Derasnya air mata bukanlah ukuran kepedihan hati
Dalam perihnya sunyi kupanggil-pangil namamu ilahi
Ilahi ilahi, genggam aku kuat agar tak lepas kendali

Kamis, 30 Maret 2017

Puisi : Berhentilah

PUISI: Kau tak dapatmenipu alamSaat kau merasamemahami ge...: Kau tak dapat menipu alam Saat kau merasa memahami gelapnya malam Sesungguhnya kau sedang dalam kelam Seperti mencoba melihat pada l...

Kau tak dapat menipu alam
Saat kau merasa memahami gelapnya malam
Sesungguhnya kau sedang dalam kelam
Seperti mencoba melihat pada lilin yang padam

Kalam tak selamanya harus dipendam
Ada saatnya kau tidak harus berpura-pura bungkam
Ada saatnya kau mengaku tentang yang terpendam
Berhentilah berpura-pura melihat dalam temaram

Engkau boleh tersenyum kecil di wajahmu
Tapi tidak dengan sikap tubuhmu
Kau boleh meragukan mentari menyinarimu
Tapi tidak dengan diriku yang slalu memahamimu

PUISI: yakinkan

PUISI: Tanpa Judul: Bolehkah sejenak  aku menyentuhmu Meyakinkan hatiku bahwa kau  masihlah milikku Bisakah sekejap kau duduk disampingku Dan bicara...

PUISI: Berakhir

PUISI: Berakhir: Di ujung senja kemarin...... Ada kisah yang enggan ditinggalkan Kala hujan dan rembulan menyaksikan Hari kau pergi meninggalkan semua...

PUISI: Disini tempat yang tak kunjung mandiriMerajut 1000...

PUISI: Disini tempat yang tak kunjung mandiriMerajut 1000...: Disini tempat yang tak kunjung mandiri Merajut 1000 mimpi yang tak terealisasi Janji adalah lambang resmi  Yang dijadikan jubah publi...

PUISI: Megah cintanya

PUISI: Megah cintanya: Saat angin menyampaikan rindunya Bumi membalas ucapan lirihnya Alam bersyair merdu tentang cinta Mengukir, lalu mengubur cerita mer...